JAKARTA (DP) — PT Toyota Astra Motor (TAM) memanggil sekitar 57.329 pemilikmobil Altis, Camry, Vios dan Yaris tahun pembuatan 2006 – 2008 akibat gangguan pada switch power window. Pemanggilan ini berdasarkan perintah Toyota Motor Corporation (TMC) yang mengumumkan sedikitnya ada 7,4 juta mobil Toyota mengalami gangguan yang sama.
“Toyota segera memanggil para pemilik mobil Altis, Camry, Vios, dan Yaris buatan tanun 2006 – 2008 paling lambat minggu depan untuk kita periksa master switch power windownya yang kemungkinan berpotensi mengganggu kinerja kaca, Switch yang mengalami gangguan ada pada tombol pintu kiri depan belakang serta pintu kanan belakang. Sedangkan switch pintu depan kanan (pengemudi) tidak mengalami masalah,” terang Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, Kamis (11/10) di kantor TAM, Sunter Jakarta Utara.
Dari investigasi sementara, problem pada master switch power window dapat diatasi dengan menggunakan oli. Toyota belum tentu akan mengganti switchnya. Kecuali, ditemukan kerusakan fatal. Masalah tersebut teridentifikasi setelah sejumlah konsumen Toyota di Jepang melaporkan adanya ketidakberesan terhadap gerakan kaca ketika dinaik-turunkan. Di Indonesia sendiri, belum ditemukan keluhan serupa.
”Kami langsung menginvestigasi tadi malam, dan memang belum ada keluhan. Tapi kami ingin meyakinkan kepada konsumen, dan wajib memeriksa sebagai tanggung jawab dan komitmen untuk menjaga kualitas mobil-mobil Toyota di Indonesia,” terang Joko.
Saat ini, Toyota sedang menghitung jumlah unit yang mengalami masalah, karena tidak semua mobil yang diproduksi di tahun tersebut teridentifikasi mengalami gangguan. Berdasarkan data penjualan keempat model antara tahun 2006-2008, total mobil yang beredar 57.329 unit. Namun, yang terdampak mungkin tak sebesar itu, hanya sekitar 53.000-an unit.
“Kami akan segera mengirim surat kepada konsumen Toyota yang terkena dampak gangguan ini dan menanganinya dengan sebaik-baiknya,” pungkas Joko.
Semua dealer dan jaringan bengkel resmi Toyota sudah siap mengatasi gangguan pada switch power window tersebut tanpa harus mengganggu kenyaman konsumen. [DP]
© 2012, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
BANDUNG (DP) – Proyek Toyota IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) merupakan salah satu proyek ambisius Toyota. Proyek ini telah menjelajahi di lebih dari 140 negara.
Proyek IMV menguasai 40% penjualan Toyota saat ini. Dan Toyota berencana menaikkannya hingga 50% pada 2015.
Toyota memperkenalkan IMV pertama kali pada 2004. IMV menghasilkan 5 model yang terdiri dari 3 pickup (single cab, double cab, extra cab) bernama Hilux, 1 SUV Fortuner dan 1 MPV (minivan) Innova.
Mobil-mobil IMV tersebut diproduksi di 11 lokasi, di mana 4 lokasi (Indonesia, Thailand, Argentina dan Afrika Selatan) menjadi basis produksi. Empat basis produksi itu menyuplai pasar Asia, Eropa, Afrika, Oceania, Amerika Tengah dan Selatan, serta Timur Tengah.
Selain itu Thailand dan Indonesia ditugasi memroduksi mesin diesel dan bensin untuk diekspor. Sementara Filipina dan India berbagi tugas membikin transmisi untuk proyek ini.
Toyota hanya butuh waktu sekitar 2 tahun untuk merayakan penjualan IMV mencapai 1 juta unit pada 2006. Selanjutnya, 2 juta unit pada 2008, 3 juta unit pada tahun berikutnya dan 4 juta unit pada 2010.
“Dan pada Maret 2012, total penjualan mobil-mobil IMV menyentuh 5 juta unit,” kata Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran Toyota-Astra Motor.
Di Indonesia, Fortuner menjadi salah satu model IMV yang paling popular. Total penjualan Fortuner 4×2 (bensin & diesel) mendekati 60 ribu unit sejak 2005 hingga Juli 2012.
Fortuner diesel lebih laris dari Fortuner bensin. Dijual pertama kali pada 2007, populasi Fortuner diesel mencapai 39137 unit hingga Juli 2012.
Terakhir, 8 Agustus 2012, setelah mendengarkan ‘sentilan’ dari sejumlah konsumen, Toyota meluncurkan Toyota Fortuner VNT (Variable Nozzle Turbodiesel) dengan Intercooler. Fortuner VNT menawarkan performa lebih berlimpah daripada Fortuner diesel sebelumnya.
Dengan mesin yang sama 2KD-FTV common-rail plus VNT, tenaga naik 42 hp menjadi 144 hp dan torsinya merangkak menjadi 343 Nm pada 1600-2800 dari 260 Nm pada 1600-2400 rpm.
“ Teknologi VNT memungkinkan aliran gas buang yang mendorong turbin dapat diatur dengan mengontrol secara elektronik sudut nozzle vane (baling-baling) di turbin sesuai putaran mesin. Dengan posisi sudut nozzle vane berubah-ubah maka putaran turbin bisa lebih cepat pada semua putaran mesin sehingga volume udara yang dihisap lebih banyak dan stabil,” tambah Joko.
Menurutnya, jika model sebelumnya kurang bertenaga saat menanjak, kini, tidak lagi ditemukan. Selain itu konsumsi bahan bakarnya lebih irit.
Harga Fortuner VNT lebih mahal Rp 10 juta dari model sebelumnya non-VNT. Sementara jika Anda memodifikasinya untuk mendapatkan teknologi VNT dibutuhkan dana sekitar Rp 25 juta.
“Jadi lebih baik Anda membeli Fortuner VNT daripada memodifikasinya,” terang Widyawati, General Manager Toyota-Astra Motor.
Secara fisik, Fortuner VNT dapat dikenali dengan air scoop di tudung mesin dan emblem ‘VNT’ di bagian bokong mobil. Harga yang ditawarkan dari Rp 387 juta.[dp/Ind]
JAKARTA (DP) — Toyota FJ Cruiser turut menghiasi booth Toyota di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012. Kehadiran Toyota FJ Cruiser jelas membangkitkan memori sang legenda FJ40 atau dikenal dengan sebutan hardtop.
Wajah depannya terutama pada grille dan lampu depan sangat identik dengan FJ40. FJ Cruiser menjadi mobil satu-satunya yang memamerkan tulisan ‘Toyota’ pada grille. Dikonsep sebagai kendaraan adventure off-road yang nyaman.
Kaca depan lebar sama seperti FJ40. Interiornya luas. Kemudi dilengkapi dengan kontrol audio. Kursi baris kedua bisa dilipat rata (60/40 split rear seat) guna menambah kapasitas bagasi.
FJ Cruiser mulai dijual di dunia sejak 2007. Sementara untuk pasar Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) mulai membuka pemesanan.
“Kami sudah memperilakan para konsumen untuk memesan FJ Cruiser. Harganya pada kisaran Rp 900 jutaan,” terang Joko Trisanyoto, Direktur Marketing TAM.
FJ Cruiser dibekali mesin V6 berkapasitas 4,0-liter dengan teknologi mesin Dual VVT-i yang menjamin efisiensi dan tenaga dari putaran rendah hingga tinggi. Mampu mencetak tenaga 200 hp dengan torsi 380 Nm disandingkan transmisi manual 6-speed serta otomatis 5-speed. [dp/Wyu]
JAKARTA (DP) — Toyota Agya menjadi pusat perhatian di booth PT Toyota AstraMotor (TAM) di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012. Pasalnya Toyota Agya dikonsep sebagai mobil murah.
TAM telah memastikan Agya bakal tersedia dalam tiga varian yakni TRD-S, High-Grade (G), dan Medium-Grade (E). Varian TRD S dikembangkan dengan inspirasi dari TRD, yang dilengkapi dengan aerokit (depan, belakang, dan samping), emblem TRD S, dan Sticker TRD S untuk memperkuat kesan sporty.
Varian G menonjolkan tampilan eksterior dengan chrome pada grille radiator dan molding pelindung samping. Tampilan mewah dengan desain pegangan pintu luar dan spoiler belakang yang lebih sporty.
Dari tampilan interior, Agya secara umum mempunyai kapasitas bagasi lapang dan dilengkapi dengan pendingin udara, power window dengan auto down untuk pengemudi dan central door lock, serta jok berbahan fabric dilengkapi headrest dan sabuk keselamatan.
Khusus untuk varian TRD S dan G dilengkapi dengan fitur chrome AC Register, chrome list di combination meter, 2 Din audio CD/MP3/USB/Aux, chrome parking brake knob dan chrome parking shift lever knob, serta sistem power steering. Sedangkan varian Medium-Grade (E) dilengkapi speedometer, dan 1 Din audio CD/MP3/USB/Aux.
Dikabarkan versi teratas dilengkapi dua airbag. Sedangkan dimensi Agya pxlxt 3.580 mm, 1.600 mm, 1.530 mm dengan wheelbase 2.730 mm serta radius putar 4,4 meter.
Bakal menggendong mesin berkode 1 KR berkapasitas 998 cc DOHC fuel injection dengan tenaga mencapai 65 hp pada 6.000 rpm dan torsi 85 pada 3.600 rpm. Dapur pacu ini akan dikawinkan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed.
Sampai saat ini TA belum mengumumkan kepastian harga Agya dengan alasan menunggu regulasi Low Cost and Green Car (LCGC). Informasi yang diterima Dapurpacu.com menyatakan versi termurah bakal dijual dengan rentang harga Rp 80-110 juta. [dp/Wyu]











0 komentar:
Posting Komentar